spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sidak Jelang Nataru, Pemkab Kutai Barat Pastikan Harga Sembako dan BBM Stabil

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dan Automated People Mover System (APMS) di wilayah Ibu Kota Sendawar, Rabu (10/12/2025).

Kegiatan diawali dari Pasar Jaras di Kelurahan Barong Tongkok, dilanjutkan ke SPBU Multi Fintya Niaga di Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok, serta Pasar Olah Bebaya di Kecamatan Melak. Sidak ini digelar menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) untuk memastikan harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok serta BBM tetap stabil.

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, memimpin langsung sidak ini, didampingi unsur Forkopimda dan sejumlah kepala OPD terkait, antara lain Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Disdagkop UKM, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Diskominfo, Kepala Satpol PP, serta Kabag Ekonomi dan Kepala Cabang Bankaltimtara Sendawar.

Hasil pemantauan menunjukkan harga sembako masih terkendali dan aman bagi masyarakat. Beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan, namun masih dalam batas wajar. Harga bawang merah naik Rp 20 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogram, dan harga telur naik Rp 2.000 menjadi Rp 62 ribu per piring. Sementara ayam potong berada pada kisaran Rp 45 ribu–Rp 50 ribu per kilogram, dan bawang putih stabil di Rp 40 ribu per kilogram.

Baca Juga:   Rayakan Natal 2025, Diskominfo Kutai Barat Pererat Kebersamaan dan Solidaritas ASN

“Meskipun ada kenaikan, tahapannya wajar dan daya beli masyarakat masih terjangkau. Pedagang boleh mengambil keuntungan, tetapi tidak boleh berlebihan,” tegas Frederick Edwin.

Ia juga memberikan apresiasi kepada pedagang dan pemasok yang menjaga kelancaran distribusi sembako menjelang Nataru.

Selain itu, stok dan harga BBM di SPBU dan APMS wilayah Sendawar tercatat stabil. Pertamax dijual Rp 13.050 per liter, sedangkan Dexlite Rp 15 ribu per liter. Bupati menyebut permintaan Pertamax cukup tinggi, namun pengiriman belum sepenuhnya sebanding dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah terus memantau agar pasokan BBM tetap memadai, terutama di titik strategis dan wilayah jauh dari pusat kota.

Frederick Edwin juga mengimbau pemilik SPBU dan APMS untuk menjaga stok serta stabilitas harga dan mengantisipasi lonjakan permintaan selama libur akhir tahun. “Dengan langkah ini, masyarakat diharapkan memperoleh BBM dengan mudah dan lancar, mendukung mobilitas selama Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya.

Pewarta : Ichal
Editor : Nicha R

BERITA POPULER