SENDAWAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat melalui Bidang Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R) menyampaikan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang berfokus pada pengelolaan, pengembalian barang bukti, serta penyelamatan aset negara.
Kepala Seksi (Kasi) PB3R Kejari Kutai Barat, Saepul Uyun Sujati, mengatakan bahwa pada tahun 2025 pihaknya berhasil memulihkan aset negara senilai lebih dari Rp 2,6 miliar. Pemulihan tersebut berasal dari hasil lelang barang rampasan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), serta pembayaran uang pengganti dari perkara tindak pidana korupsi (tipikor).
“Capaian pemulihan aset pada tahun 2025 mencapai lebih dari Rp 2,6 miliar, yang bersumber dari hasil lelang barang rampasan dan uang pengganti perkara tipikor,” ujar Saepul saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Kejari Kutai Barat, Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Selasa (23/12/2025) siang.
Selain pemulihan aset, Saepul menyampaikan bahwa Kejari Kutai Barat juga memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui pengembalian barang bukti kepada pihak yang berhak sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri.
“Selama tahun 2025, kami telah mengembalikan sebanyak 331 barang bukti kepada pihak yang berhak berdasarkan putusan pengadilan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Kejari Kutai Barat juga melakukan pemusnahan barang bukti berupa narkotika dan barang terlarang lainnya dengan total berat 636,81 gram.
“Pemusnahan barang bukti tersebut dilaksanakan sebanyak empat kali sepanjang tahun 2025,” terangnya.
Saepul menambahkan, sejak dirinya menjabat sebagai Kasi PB3R pada periode 2023–2025, kinerja bidang pengelolaan aset menunjukkan tren peningkatan signifikan, khususnya dalam pemulihan aset negara.
“Pemulihan aset PB3R terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2023 sebesar Rp 1,5 miliar, tahun 2024 naik menjadi Rp 2 miliar, dan pada 2025 mencapai Rp 2,6 miliar,” ungkapnya.
Capaian tersebut, menurut Saepul, menjadi bukti komitmen Kejaksaan Negeri Kutai Barat dalam mendukung penegakan hukum serta optimalisasi penyelamatan keuangan negara.
Pewarta : Ichal
Editor : Nicha R





