KUTAI BARAT – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus dijadikan momentum untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman. Hal itu disampaikannya usai memimpin upacara di Alun-Alun Itho, komplek perkantoran Pemkab Kubar, Rabu pagi (1/10/2025).
Upacara yang mengusung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya” itu dimulai pukul 07.45 Wita, dipimpin langsung Bupati Frederick sebagai Inspektur Upacara. Jalannya prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pejabat daerah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Ayonius, Ketua DPRD Ridwai, Plt. Asisten III Setdakab Kubar Kamius Junaidi, Kapolres AKBP Boney Wahyu Wicaksono, Dandim 0912 Letkol Inf Doni Fransisco, perwakilan Kejaksaan Negeri, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Rangkaian upacara dilaksanakan sesuai tata cara resmi, mulai dari penghormatan pasukan, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan UUD 1945, hingga ikrar dan doa bersama. Peserta upacara terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, ASN, hingga tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Dalam sambutannya, Frederick menegaskan bahwa perbedaan harus dimaknai sebagai kekuatan, bukan pemecah belah. “Kita harus terus mengutamakan persatuan dalam keberagaman. Perbedaan-perbedaan yang ada bukanlah sesuatu yang memecah belah, melainkan justru membuat kita semakin bersatu,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Kutai Barat bersama TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat akan terus meneguhkan semangat nasionalisme serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila.
Pewarta: Ichal
Editor: Agus S





