KUTAI BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Apel Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) untuk mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran selama puncak musim kemarau 2025.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Alun–Alun Itho Kompleks Perkantoran Pemkab Kubar ini dipimpin langsung Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, dan dihadiri unsur Forkopimda, Ketua DPRD Ridwai, TNI–Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, relawan kebencanaan, serta perwakilan perusahaan perkebunan dan kehutanan.
Dalam sambutan tertulisnya, Nanang menyampaikan bahwa apel siaga merupakan wujud kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang cenderung meningkat di musim kemarau.
“Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi adalah tingkat kesiapsiagaan yang ditetapkan pemerintah, baik pusat maupun daerah, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana akibat faktor cuaca dan air,” jelasnya.
Ia merujuk pada Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim No. 100.3.3.3.1/K.212/2025 tentang Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Basah dan Kering yang berlaku 7 Juli hingga 31 Desember 2025. Status ini, lanjutnya, bukan bencana itu sendiri, melainkan peringatan dini agar semua pihak siap dan waspada, serta memungkinkan pemerintah mengaktifkan sumber daya dan prosedur penanggulangan bencana lebih cepat.
Nanang juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, tanah longsor, kekeringan, dan karhutla sehingga berisiko menimbulkan kerusakan lingkungan serta infrastruktur. “Pencegahan dan kesiapsiagaan yang cepat, tepat, dan terpadu harus dilakukan untuk menghindari bencana hidrometeorologi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum memperkuat sinergi dan koordinasi antar seluruh pihak. “Mari kita tingkatkan sosialisasi bahaya dan pencegahan bencana, serta tanamkan kesadaran bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Usai apel, dilakukan pengecekan peralatan pemadaman yang dirangkai dengan simulasi penanganan karhutla, pembagian tugas, serta penetapan posko siaga yang akan aktif selama puncak musim kemarau tahun ini.
Pewarta: Ichal
Editor: Agus S






