SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat menyambut kedatangan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud beserta rombongan dalam rangka kunjungan kerja ke wilayah Kubar, Selasa (6/1/2026) siang.
Gubernur Kaltim tiba melalui jalur darat menggunakan kendaraan dinas roda empat. Setibanya di Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak, Rudy Mas’ud didampingi Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua TP PKK Provinsi Kaltim Sarifah Suraidah Mas’ud, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Emanuel, Anggota DPRD Kaltim Abdul Rahman Agus, serta jajaran Pemerintah Provinsi Kaltim.
Rombongan disambut langsung oleh Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, didampingi Wakil Bupati Nanang Adriani, Ketua DPRD Kutai Barat Ridwai, unsur Forkopimda, para asisten, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kutai Barat, Ketua TP PKK Kutai Barat Maria Christina Mosez Edwin, Wakil Ketua TP PKK Dewi Hairiah Nanang, serta perwakilan masyarakat Kecamatan Melak.
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda utama Gubernur Kaltim untuk meninjau langsung kondisi Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) yang berada di Kelurahan Melak Ilir. Peninjauan dilakukan guna memastikan percepatan pembangunan jembatan yang dinilai sangat strategis dan telah lama dinantikan masyarakat Kutai Barat.
Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani menegaskan pentingnya percepatan eksekusi pembangunan Jembatan ATJ. Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran vital dalam mendukung konektivitas antarwilayah.
“Jembatan ATJ menghubungkan Kecamatan Melak dengan Kecamatan Mook Manaar Bulatn (MMB), serta terkoneksi ke Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Jembatan Martadipura menuju Samarinda. Di sisi lain, jembatan ini juga membuka akses menuju Kabupaten Kutai Timur,” ujar Nanang.
Ia menambahkan, keberadaan Jembatan ATJ diyakini mampu membuka keterisolasian wilayah Kutai Barat, mempercepat waktu tempuh menuju Samarinda dan sebaliknya, serta mendorong pemerataan ekonomi.
“Konektivitas ini akan mempermudah pemasaran hasil bumi masyarakat seperti gula merah, karet, hasil kerajinan, sayuran, dan buah-buahan ke ibu kota provinsi,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan agar penanganan Jembatan ATJ dapat segera dieksekusi tanpa berlarut-larut. Ia juga menekankan agar desain jembatan tidak kembali mengalami perubahan dan tetap mengikuti perencanaan yang telah disusun sebelumnya.
“Tidak bertele-tele, langsung aksi. Kami berharap jembatan ini tidak diubah lagi desainnya, tetapi dilaksanakan sesuai perencanaan yang sudah ada,” tegas Rudy Mas’ud.
Ia menambahkan, perubahan desain justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
“Kalau desainnya diubah-ubah, justru berisiko. Kami ingin jembatan ini dibangun dengan matang dan aman,” pungkasnya.
Pewarta : Ichal
Editor : Nicha R





