SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melantik dan mengambil sumpah jabatan 15 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Eselon II dalam sebuah prosesi resmi yang digelar di Gedung Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), kompleks perkantoran Pemkab Kutai Barat, Rabu (31/12/2025). Pelantikan ini menjadi penanda penting penyegaran organisasi sekaligus penegasan arah kinerja birokrasi menjelang tahun anggaran 2026.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Kutai Barat Frederick Edwin dan disaksikan Wakil Bupati Nanang Adriani serta Sekretaris Daerah Ayonius. Pergeseran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut disebut sebagai bagian dari upaya penyegaran dan refleksi kinerja pejabat dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.
Dalam sambutannya, Bupati Frederick Edwin menegaskan bahwa pelantikan tidak boleh dipahami semata sebagai proses administrasi birokrasi. Lebih dari itu, ia berharap jabatan yang diemban mampu menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik serta mendorong pembangunan Kabupaten Kutai Barat yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Menurutnya, pelantikan ini merupakan momen strategis dalam perjalanan birokrasi pemerintahan daerah sekaligus wujud kepercayaan dan amanah besar yang diberikan kepada para pejabat berdasarkan pertimbangan kompetensi, integritas, kapabilitas, serta rekam jejak kinerja yang telah ditunjukkan selama ini.
Bupati juga menekankan peran strategis Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Para pejabat bertanggung jawab merumuskan, mengoordinasikan, membina, dan mengevaluasi kebijakan teknis serta pelaksanaan program di unit kerja masing-masing. Mereka dituntut mampu menyusun arah kebijakan, menetapkan standar operasional, melakukan pengawasan, serta membangun koordinasi lintas perangkat daerah dan lintas sektor agar pelayanan publik berjalan efektif dan akuntabel.
Memasuki tahun anggaran 2026, Frederick Edwin berharap seluruh pejabat pimpinan tinggi pratama, khususnya selaku pengguna anggaran dan kuasa pengguna anggaran, dapat aktif, disiplin, dan konsisten memonitor serta mengendalikan pelaksanaan program. Optimalisasi perencanaan dan penyerapan anggaran menjadi perhatian utama, dengan capaian per triwulan yang harus selaras dengan target pembangunan daerah.
Ia menambahkan, hasil evaluasi pelaksanaan anggaran tahun 2025 harus dijadikan bahan pembelajaran untuk menyusun strategi yang lebih optimal ke depan. Para pejabat juga didorong melahirkan gagasan-gagasan inovatif, memperluas kerja sama, serta membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat daerah, provinsi, hingga pusat guna mempercepat pembangunan dan pemanfaatan potensi daerah di berbagai sektor.
Pada kesempatan tersebut, Bupati berpesan agar para pejabat yang baru dilantik bersikap cekatan, responsif, peka, analitis, dan tanggap, serta menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas. Jabatan diminta dimaknai sebagai sarana pengabdian dan pengamalan nilai-nilai ASN, bukan sekadar kedudukan. Ia juga mengingatkan untuk menghindari segala bentuk penyimpangan dan praktik KKN serta memberikan keteladanan bagi seluruh jajaran.
Selain itu, para pejabat diharapkan mampu membangun sinergi dan kolaborasi antar-OPD, karena tidak ada program yang dapat berjalan optimal tanpa kerja sama yang solid. Kepemimpinan yang melayani, mengayomi, meneladani, dan menggerakkan seluruh sumber daya organisasi menjadi kunci dalam merealisasikan kebijakan dan program pembangunan yang tertuang dalam RPJMD secara terpadu dan berkesinambungan.
Di akhir sambutannya, Bupati Frederick Edwin menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada seluruh pejabat yang dilantik. Acara kemudian ditutup dengan penyalaman dan pemberian ucapan selamat kepada para pejabat yang baru saja mengemban amanah baru.
Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.






