spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Rilis Akhir Tahun 2025, Polres Kutai Barat Catat Penurunan Kamtibmas dan Laka Lantas

SENDAWAR – Kepolisian Resor (Polres) Kutai Barat menggelar konferensi pers rilis akhir tahun 2025 di Ruang Tribrata Lantai II Polres Kutai Barat, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Barong Tongkok, Selasa (30/12/2025) sore.

Konferensi pers dipimpin Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono, didampingi Wakapolres Kompol Subari, serta dihadiri Kabag Ops Kompol Emanuel Teguh Budi Santoso, Kasat Reskrim AKP Khairul Umam, Kasat Lantas AKP Muhamad Safi’i, Kasat Narkoba AKP Decky Jonatan Sasiang, Kasi Humas Iptu Sukoco, dan sejumlah perwira lainnya.

Dalam paparannya, Kapolres menjelaskan bahwa Polres Kutai Barat membawahi 11 polsek jajaran dengan jumlah personel sebanyak 615 orang pada tahun 2025. Jumlah tersebut mengalami penurunan 12 personel dibandingkan tahun 2024 akibat pensiun dan mutasi.

“Pada tahun 2025 kami juga menerapkan reward and punishment. Reward diberikan kepada 18 personel dan 11 masyarakat. Sementara punishment diberikan kepada 22 personel, terdiri dari pelanggaran disiplin 15 orang, kode etik 5 orang, dan pidana 2 orang,” ujar AKBP Boney.

Baca Juga:   Ramah Tamah Purna Tugas Asisten II Setdakab Kutai Barat Penuh Kehangatan, Kekeluargaan, dan Penghargaan

Dari sisi operasional, sepanjang 2025 Polres Kutai Barat mengamankan delapan kegiatan unjuk rasa, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang hanya tiga kegiatan. Penanganan dilakukan secara persuasif bersama Lembaga Adat Besar Kutai Barat.

Untuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kapolres menyebut terjadi penurunan sebanyak 46 kasus, dengan tingkat penyelesaian perkara mencapai 67,76 persen. Barang bukti narkotika yang berhasil diamankan sepanjang 2025 berupa sabu sebanyak 1.056 poket dengan berat total 620,12 gram.

Selain itu, nilai kerugian keuangan negara yang berhasil diselamatkan selama periode 2024–2025 mencapai Rp914.719.450.

Kapolres juga memaparkan sejumlah kasus menonjol sepanjang 2025, antara lain dua kasus pembunuhan, 38 kasus perlindungan perempuan dan anak (PPA), 36 kasus pencurian dengan pemberatan, 22 kasus pencurian dengan kekerasan, 25 kasus penggelapan, delapan kasus perkebunan, lima kasus illegal mining, dua kasus illegal logging, serta dua kasus tindak pidana korupsi.

Di bidang lalu lintas, penanganan kecelakaan pada 2025 mengalami penurunan 11 kasus. Jumlah korban meninggal dunia turun satu orang, korban luka berat turun tujuh orang, sementara korban luka ringan meningkat 10 orang.

Baca Juga:   Pesangon Belum Dibayar, Disnaker Kutai Barat Kawal Hak Pekerja Usai PHK Massal

Adapun pelanggaran lalu lintas pada 2025 tercatat sebanyak 3.736 kasus, terdiri dari 843 tilang dan 2.890 teguran. Jumlah ini meningkat 680 kasus dibandingkan 2024, meski jumlah tilang menurun 157 kasus dan teguran meningkat 837 kasus.

Dalam rangka peningkatan pelayanan publik, Polres Kutai Barat mengoptimalkan layanan darurat 110 dengan fokus pada quick response, peningkatan kualitas penanganan laporan, pelatihan first response dan public speaking bekerja sama dengan Bank Kaltimtara, pembaruan SOP response time, serta penguatan koordinasi dengan Damkar, RSUD, dan BPBD. Sosialisasi layanan 110 juga dilakukan melalui media sosial, spanduk, dan media lokal.

Kapolres turut menyampaikan bahwa penerima manfaat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Kutai Barat pada 2025 mencakup 13 sekolah dari jenjang TK hingga SMA/SMK, dengan total 3.505 penerima. Selain itu, Polres Kutai Barat menyalurkan jagung ke Bulog sebanyak sekitar lima ton sepanjang September–Oktober 2025.

Menutup konferensi pers, Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak merayakan malam pergantian Tahun Baru 2026 secara berlebihan. Ia mengajak umat Muslim mengisi pergantian tahun dengan doa dan zikir, serta mengingatkan masyarakat untuk memastikan keamanan rumah saat bepergian.

Baca Juga:   Pengamat Hukum dan Warga Apresiasi Polres Kubar Respon Laporan Tambang Ilegal di Hutan Lindung

“Pastikan pintu dan jendela terkunci, selang gas dicabut jika ditinggal lama, dan titipkan rumah kepada tetangga atau ketua RT. Bagi yang berwisata, pilih lokasi yang aman dan hindari objek wisata ekstrem karena curah hujan sedang tinggi,” pungkasnya.

Pewarta : Ichal
Editor : Nicha R

BERITA POPULER