SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) memaparkan capaian pekerjaan sepanjang Tahun 2025 yang mencakup lima bidang utama.
Kepala DPU-PR Kutai Barat Leonard Yudiarto mengatakan, capaian pertama berasal dari Bidang Tata Ruang, yakni penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk Kecamatan Tering, Bongan, dan Muara Lawa.
“Bidang Tata Ruang juga memberikan layanan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) sebagai dokumen pendukung pengurusan perizinan melalui sistem OSS RBA,” ujar Leonard kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Selasa (30/12/2025).
Capaian kedua berasal dari Bidang Bina Konstruksi, yang memberikan layanan informasi tata ruang serta pembinaan tenaga kerja konstruksi lingkup Kabupaten Kutai Barat hingga jenjang enam. Selain itu, DPU-PR juga memfasilitasi peningkatan jenjang tenaga kerja konstruksi hingga tingkat ahli yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Sepanjang 2025, Bidang Bina Konstruksi juga melaksanakan satu kali Forum Masyarakat Jasa Konstruksi. Harapannya, tenaga kerja lokal yang telah dilatih dan disertifikasi dapat terserap oleh pelaku usaha konstruksi, sebagaimana di sektor pertambangan yang mewajibkan penggunaan tenaga kerja lokal bersertifikat,” jelasnya.
Capaian ketiga berasal dari Bidang Bina Marga, yang mengerjakan 79 ruas jalan kabupaten dan 50 ruas jalan desa/kampung yang tersebar di 16 kecamatan, serta membangun 13 unit jembatan.
Leonard juga menyampaikan bahwa layanan bongkaran trotoar di wilayah Kota Sendawar telah dihentikan sejak September 2025. Saat ini, permohonan tersebut harus diajukan melalui OSS RBA dengan izin Penggunaan dan Pemanfaatan Bagian-Bagian Jalan (IPPBJ), yang mensyaratkan KKPR dan PBG/SLF.
“Kami menerima masukan bahwa layanan ini dinilai menyulitkan, namun kebijakan ini diperlukan untuk penataan ruang yang lebih sehat serta mencegah penurunan umur ekonomis dan konstruksi jalan,” katanya.
Di Bidang Bina Marga juga sedang disusun kajian pembagian kewenangan pengelolaan jalan kabupaten guna meminimalkan tumpang tindih kewenangan. Selain itu, setelah pembubaran UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, dibentuk satuan reaksi cepat untuk penanganan darurat secara swakelola di kawasan perkotaan Sendawar.
Capaian keempat berasal dari Bidang Cipta Karya, yang melaksanakan 64 paket pembangunan gedung, dengan 41 unit dihibahkan kepada instansi vertikal, kampung, sekolah swasta, yayasan sosial, dan pengelola rumah ibadah. Selain itu, dibangun 66 ruas jalan lingkungan, 16 jaringan drainase, sekitar 100 unit septic tank, satu fasilitas pengelolaan sampah, serta delapan paket Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Bidang Cipta Karya juga memberikan layanan PBG/SLF melalui SIMBG serta layanan sedot lumpur tinja, yang saat ini terbatas di wilayah perkotaan Sendawar. Bersama Bidang Bina Marga, Cipta Karya membentuk satuan tugas drainase untuk penanganan cepat insiden yang berdampak pada keselamatan pengguna jalan.
“Bidang Cipta Karya juga tengah menyusun kajian prototipe rumah tinggal untuk mempermudah dan menekan biaya pengurusan PBG bagi masyarakat,” tambah Leonard.
Capaian kelima berasal dari Bidang Sumber Daya Air (SDA), yang melaksanakan 10 paket konstruksi irigasi serta lima paket pemeliharaan danau sepanjang tahun 2025.
Pewarta : Ichal
Editor : Nicha R





