SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Bagian Pengadaan Barang/Jasa (BPBJ) menggelar sosialisasi E-Purchasing, teknik negosiasi, mini kompetensi dalam INAPROC versi 6, serta pembinaan pelaku usaha. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (19–20/11/2025), secara luring dan daring.
Acara yang dipusatkan di Gedung Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ) Komplek Pemkab Kutai Barat itu dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, dan diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi pemerintah, hingga perwakilan rumah sakit di wilayah Kubar.
Kepala Bagian BPBJ Kutai Barat, Paskalis Dedi, selaku penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa sosialisasi ini diharapkan mampu mendorong pemanfaatan sistem pengadaan modern secara lebih optimal, khususnya INAPROC versi terbaru.

“Pelaksanaan ini merupakan kegiatan kedua di tahun 2025, sebagai tindak lanjut atas terbitnya Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 yang merupakan perubahan kedua atas Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi pengelola pengadaan sangat penting untuk memastikan proses pengadaan berjalan efektif, efisien, dan sesuai ketentuan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani menekankan bahwa pelatihan terkait e-purchasing, teknik negosiasi, serta pembinaan pelaku usaha merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Melalui kegiatan ini, para PPK diharapkan semakin memahami proses pengadaan barang/jasa secara efektif, transparan, dan akuntabel. Peningkatan kompetensi ini pada akhirnya akan mendukung pemenuhan kebutuhan layanan publik,” ujar Nanang.
Untuk memperkuat pemahaman para peserta, BPBJ menghadirkan narasumber Christian Gamas, yang memberikan materi teknis terkait implementasi e-purchasing dan fitur terbaru INAPROC versi 6.
Pewarta : Ichal
Editor : Nicha R





